Jangan pernah menganggap remeh sebuah logo. Seperti yang sering disampaikan dalam dunia marketing, bahwa logo dan brand adalah identitas yang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup sebuah entitas, entah itu perusahan ataupun organisasi. Begitu juga dalam dunia musik, sebuah band tidak hanya dikenal berkat karya lagu ataupun personel mereka, namun juga mereka harus menampilkan diri dengan pemilihan nama dan logo yang tepat. Pemilihan nama band dan logo band adalah langkah nyata bagi sebuah band untuk tetap eksis dalam industri musik.

Cukup banyak logo band yang beredar di muka bumi ini, mayoritas tentunya menggunakan visualisasi nama band masing-masing dan kemudian dikemas secara artistik. Contoh paling gampang adalah logo band The Beatles, The Who, ataupun Metallica untuk menyebutkan logo band internasional yang sangat eksis. Sementara contoh dari band lokal adalah logo band Slank, yang sangat melegenda di Indonesia. Tentunya masih banyak lagi logo band lainnya yang berupa visualisasi dari nama mereka.

Bentuk lainnya dari penggambaran logo band adalah dengan menampilkan sebuah ikon, entah itu manusia, hewan, ataupun benda abstrak lainnya. Tentu band bersangkutan juga harus memikirkan makna dari penggunaan visualisasi tersebut dan menanamkan nilai-nilai tertentu dari penggunaan logo mereka. Bahkan tidak sedikit band yang menggunakan jasa seniman ataupun konsultan untuk sekadar membuatkan logo band mereka. Nah, dari sekian banyak logo band yang sudah tercipta, berikut adalah 7 logo band dengan visualisasi objek yang paling sering terlihat alias eksis. Eksis disini adalah dalam artian logo ini sudah sangat sering kita lihat dimanapun, entah itu secara digital ataupun secara fisikal. Eksis disini juga bermakna bahwa logo band ini sudah jamak digunakan sebagai alat komersial untuk mengeruk keuntungan dalam hal pembuatan merchandise, logo, poster, stiker, pin, dan benda-benda memorabilia lainnya. Check this out!

1. Misfits

Band bergenre horror punk ini sudah malang melintang di scene musik punk sejak tahun 1977. Adalah Glenn Danzig dan Jerry Only yang menjadi pelopor dibentuknya band ini. Asal muasal nama band ini sendiri terinspirasi dari salah satu judul film yang diperankan oleh Marilyn Monroe (fyi, Glenn Danzing sangat menggemari diva satu ini) berjudul “The Misfits”. Meski sering bergonta-ganti personil, namun kebanyakan lirik lagu yang ditulis oleh Misfits berkisah tentang film fiksi ilmiah, tema horror, dan juga film-film porno. Tidak hanya konsisten dalam soal pemilihan tema lagu, band ini juga konsisten dari segi tampilan, dimana masing-masing personil mendandani dirinya dengan style horror, dengan salah satu style khas gaya rambut ala Jerry yang familiar disebut Devilock.

Logo Band Misfits (source : flickr.com)

Logo band Misfits sendiri, yang berupa gambar tengkorak dengan latar belakang warna hitam, terinspirasi sebuah poster tua serial TV pada tahun 1946 berjudul “The Crimson Ghost”.

2. Ramones

Siapa yang tidak mengenal band yang satu ini? Sering dianggap sebagai dedengkotnya punk rock di Amerika Serikat, membuat Ramones berdiri sejajar dengan Sex Pistols ataupun The Clash sebagai founding father maraknya kemunculan band-band bernafaskan punk rock. Band yang bermula pada tahun 1974 di kota Forest Hill, New York, ini tidak dikenal berkat skill bermusik ataupun lirik-lirik penggugah nalar seperti kebanyakan band asal Inggris,namun lebih terkenal berkat style serta cara bermusik mereka. Dengan style cuek nan belel dengan bermodalkan jaket hitam dan celana jeans, dan dipadukan cara bermusik yang simple dan cepat, menjadikan banyak pihak yang menjadikan band ini sebagai panutan. Tidak sedikit kemunculan band-band punk yang kebanyakan bermateri jurus 3 chords, terinspirasi dari Ramones.

Logo band Ramones (source : slicingupeyeballs.com)

Tidak hanya menjadi role model dan laris manis menjadi insipirasi bermusik, logo Ramones juga seringkali menjadi senjata pembuat merchandise untuk menaikkan revenue-nya. Logo band mereka sudah sangat jamak ditemui dimana-mana, tidak hanya di Amerika sana, namun juga sudah tersebar jauh termasuk sampai ke Indonesia. Tidak ada yang spesial, hanya logo berbentuk bulat dengan gambar seekor burung yang dikelilingi oleh sebuah lingkaran berisikan nama-nama personel Ramones. Simpel, namun legendaris.

3. The Rolling Stones

Pecinta musik sejati di era 60-an hingga 70-an pasti sangat mengenal band satu ini, The Rolling Stones. Dengan unsur utama berupa sang vokalis, Mick Jagger, band asal Inggris ini begitu menggema di jajaran tangga lagu musik. Tidak hanya dikenal sebagai sebuah band, namun merek dagang “Rolling Stone” juga latah menjadi merek dagang kenamaan sebuah majalah terkemuka dan café khusus bagi penggemar musik.

Logo band The Rolling Stone (source : artfire.com)

Logo bibir merah dengan lidah menjulur ala The Rolling Stone sudah tidak bisa diganggu gugat sangat lekat dengan sosok sang vokalis Mick Jagger. Tentu logo band ini sudah sangat sering terlihat, dan bahkan sempat menjadi ikon Rock n Roll pada masanya. Sedikit informasi bahwa logo ini dibuat oleh John Pasche, dan digunakan pada album The Rolling Stones yang berjudul “Sticky Fingers”. Banyak sumber yang menyebutkan bahwa logo ini sendiri merepresentasikan semangat muda, kesegaran yang bercampur dengan provokasi anti kemapanan. Namun, tetap sosok Mick Jagger yang bakal diingat sebagai inspirasi dibalik pembuatan logo band ini.

4. Nirvana

Smells Like Teen Spirit. Ini adalah salah satu judul legendaris dari band bernama Nirvana. Dengan mengusung grunge sebagai aliran bermusik mereka, Nirvana berhasil menyulap jutaan anak muda mengikuti style mereka : rambut urakan, gaya sembrono, dan cuek. Trio Kurt Cobain, Krist Novoselic, dan Dave Grohl seakan menjadi magnet baru dengan musik yang mereka bawakan. Memang kisah dari band ini berakhir tragis, namun Nirvana akan tetap dikenang sebagai raja-nya musik grunge dan karya ciptaan mereka akan tetap menjadi karya legendaris selamanya.

Logo band Nirvana (source : zwallpix.com)

Tidak hanya meninggalkan banyak karya legendaris, namun logo band Nirvana pun laris manis wara-wiri menjadi ikon yang dipakai oleh berbagai kalangan. Desain simpel, bahkan anak kecil pun bisa menggambarnya, hanya berupa visualisasi sebuah muka yang kebanyakan orang kenal dengan “Smiley”, namun dengan sedikit modifikasi tambahan lidah yang menjulur. Banyak yang menyangka ini adalah representasi dari muka teler, namun banyak juga yang menganggap ini adalah simbol kebahagiaan. Logo band ini sendiri digunakan pertama kali pada saat Nirvana mengadakan tur album Nevermind pada akhir tahun 1991.

5. Avenged Sevenfold

Dibentuk pada tahun 1999, Avenged Sevenfold adalah gelombang baru dalam dunia metalcore. Dengan kemampuan dan skill musik diatas rata-rata, band ini telah mengeluarkan banyak album dan hits yang cukup dikenal oleh generasi muda pada zaman sekarang. Seiring dengan kematangan bermusik mereka yang semakin terasah, album-album terkini mereka tidak melulu berisikan scream-scream vokalis ala kebanyakan band metalcore, namun juga mulai diselipi beberapa suara melodis dan erangan gitar yang harmonis plus berpadu dengan lirik lagu yang kebanyakan diangkat dari cerita hidup para personelnya.

logo band Avenged Sevenfold (source : wallconvert.com)

Logo band mereka sudah sangat jamak terlihat dimanapun di era sekarang, baik secara digital ataupun secara fisikal. Didesain oleh Mikha Montague, salah seorang rekan baik Avenged Sevenfold, logo ini kemudian dikenal dengan nama Deathbat. Sesuai namanya, logo ini memvisualisasikan kelelawar yang memiliki wajah berbentuk tengkorak manusia. Terbukti Avenged Sevenfold sangat mengagumi karya ini, dengan sangat seringnya mereka memamerkan logo ini di setiap konser ataupun album yang mereka hasilkan.

6. Social Distortion

Tidak ada yang tidak menghormati band satu ini, Social Distortion. Ranah musik punk atau rockabilly pasti tidak sedikit yang menyebut bahwa Social Distortion adalah salah satu influence terbesar mereka. Didirikan pada tahun 1978 di Fullerton, California, Social Distortion hadir dengan membawakan musik punk yang bercampur dengan gaya country dan juga rockabilly. Sudah jelas bahwa Mike Ness dkk. berhasil menularkan influence besar mereka kepada banyaknya band-band punk yang terbentuk di era 90-an di USA. Tidak hanya itu, tanyakan kepada band punk lokal Superman Is Dead, bagaimana Social Distortion menjadi salah satu inspirasi terbesar mereka dalam berkarya.

Logo band Social Distortion (source : fanpop.com)

Logo band Social Distortion menampilkan sesosok lengkap kerangka manusia yang memegang sebatang rokok dan juga memegang segelas martini, tak lupa dengan sebuah topi pada tengkoraknya. Visualisasi ini kemudian dikenal dengan nama Skelly, yang mungkin plesetan dari Skeleton. Logo ini sendiri mulai diperkenalkan pertama kali melalui album “Mommy Little Monster” yang dikeluarkan pada tahun 1983.

7. Dead Kennedys

Scene musik underground kerapkali menghasilkan band-band berkualitas dengan sentilan politik pada karya lagunya. Dead Kennedys adalah salah satunya. Band yang mengusung hardcore punk ini muncul dari scene underground di California pada akhir era 70-an. Tidak hanya vokal mengenai masalah politik (bahkan nama band mereka menggunakan nama mantan presiden USA!), band ini juga kerapkali dipandang sebagai bahaya laten dengan kemampuan mereka mengupas tema-tema sensitif, bahkan termasuk urusan sosial dan peperangan, namun bisa dicampur dengan selera humor ala mereka, dan menuangkannya dalam karya lagu yang pantas diperhatikan, contohnya adalah lagu mereka berjudul “Holiday in Cambodia”.

Logo band Dead Kennedys (source : winstonsmith.com)

Logo band mereka, yang merupakan insial dari nama band, adalah sebuah karya seni yang diciptakan oleh Winston Smith. Logo ini sangat simpel dengan perpaduan warna merah dan hitam.

Total Views: 10238 ,