Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan  1435 H pada tahun 2014, ada baiknya mengenang sedikit masa kecil pada bulan Ramadhan. Bagi anak sekolah (SD, SMP, atau mungkin SMA) pada saat bulan puasa pasti akan dikasi tugas yang gak lain dan gak bukan adalah mengisi Buku Amaliyah Ramadhan. Ada yang masih inget??

Waktu jaman gue masih kecil, tiap malam di bulan Ramadhan, buku ini selalu dibawa pada saat sholat Taraweh berjamaah di masjid terdekat. Buku Amaliyah Ramadhan ini sebenarnya merupakan buku monitoring kegiatan yang diberikan sekolah (mata pelajaran Agama Islam) kepada siswanya selama bulan Ramadhan. Isi bukunya sendiri kurang lebih seperti ini :

1. Sebagai monitoring kegiatan berpuasa (disediakan tabel bagi si pemilik buku sebagai monitoring puasa tiap hari)

2. Sebagai catatan kegiatan mengaji (juga disediakan kolom khusus sebaga catatan bacaan Al-Quran selama bulan Ramadhan)

3. Sebagai rangkuman materi khotbah menjelang Sholat Taraweh.

Nah, sebenernya emang buku ini diciptakan dengan niat yang mulia dan tujuan yang membangun. Haha. Tapi pada kenyataannya seringkali buku ini malah diabaikan oleh si pemilik buku. Seinget gue, gue gak pernah melengkapi resume khotbah pada saat menjelang Taraweh. Resume khotbah pasti gue isi pasca-Lebaran. Dan bagi beberapa anak yang memang ber-akhlak baik, pasti pas sholat selalu menenteng buku ini pada saat datang ke mesjid.

Yang selalu menjadi kekhawatiran adalah dimana setiap sesi khotbah Taraweh, kita harus meminta tanda tangan khotib dan stempel masjid dimana kita melakukan ibadah sholat. Hehe, gue akuin emang dulu lumayan bandel, jadi triknya adalah gue kenal dengan pengurus mesjid (yang kebetulan sebaya,  kebetulan juga sama-sama harus mengisi buku amaliyah, dan kebetulan juga anaknya agak-agak bandel). Yah jadilah, setiap seabis lebaran, gue bertandang ke rumah anak ini, sebut saja Fulan A, dan kemudian berbondong-bondong ke masjid (bersama dengan anak-anak bandel lainnya) untuk menstempel tiap lembar rangkuman khotbah  secara manual (Please, jangan ditiru :p ). Dan untuk rangkuman, kita tinggal copy-paste dari catatan buku amaliyah dari taun-taun sebelumnya atau dari buku anak lain yang ketinggalan di mesjid.

The point is, bukannya gue ngajarin yang gak bener. Tapi sekedar flashback aja. Bahwa dari sekian bobroknya sistem pendidikan di negeri ini, sebenarnya juga terselip beberapa metode pendidikan yang bagus seperti contohnya ya si  buku Amaliyah Ramadhan ini. Walaupun masih secara manual, dalam artian masih menggunakan buku tulis, tetapi tujuan dari diberikannya buku ini kepada siswa sebagai tugas adalah agar si siswa yang beragama Islam dapat menjalani kegiatan di Bulan Ramadhan dengan kegiatan positif, sekaligus untuk menanamkan kebiasaan yang baik sejak dini. Dan semoga kalo hal ini masih ada, dapat dipikirkan lebih lanjut mengenai metode yang memacu siswa untuk lebih berinisiatif dan tanpa paksaan. Itulah yang disebut dengan Continuous Improvement 🙂

Total Views: 706 ,