Lebaran. Tolong huruf ‘e’ dibaca dengan lafal ‘e’ lemah yaa. Kalo dilafalin pake lafal ‘e’ keras bisa jadi beda artinya.

Tapi emang ada korelasinya antara lebaran dilafalkan dengan ‘e’ lemah dan lebaran dilafalkan dengan ‘e’ keras.

Lebaran. Ini bahasa Indonesia.Dalam bahasa religiusnya Idul Fitri. Buat umat Muslim, Lebaran ini adalah yang disebut dengan hari kemenangan. Kemenangan dalam arti sesungguhnya. Dalam dunia olahraga kemenangan diartikan sebagai suatu saat dimana kita bisa mencapai tujuan tertentu melalui sebuah proses perjuangan. Contohnya, kemenangan Jerman di Piala Dunia 2014. Sama halnya dengan Lebaran. Bagi umat Muslim, bulan Ramadhan ibarat Piala Dunia dan ibadah puasa merupakan pertandingan yang harus dijalani dan harus dikalahkan. Bagi Jerman, semua lawan sudah dikalahkan sampai dengan babak final, jadi ya mereka layak merayakan kemenangan. Nah bagi kita yang udah berpuasa selama hampir sebulan, gak salah juga kalo kita merayakan kemenangan.

Lebaran

“Lebaran. Idul Fitri (source : kompasiana.com)”

Lebaran. Banyak cara merayakan kemenangan. Yang utama dan terutama tentunya adalah dengan beribadah. Ibadah juga banyak caranya. Sholat wajib, sholat Ied, zakat, bersyukur adalah ibadah yang alami. Ibadah tradisional juga ada. Mudik, kumpul sama keluarga, makan-makan, adalah sekelumit ibadah tradisional yang sering kita lakukan

Lebaran. Mudik. Dua kata yang saling komplementer. Kalo Lebaran yang (harus) mudik. Kalo mudik ya (enaknya) pas lagi Lebaran.

Entahlah, darimana sejarah asal mulanya mudik.

Lebaran. Kumpul sama keluarga. Masih berkaitan dengan mudik. Halal bi halal. Nah ini yang sebenarnya prinsipal utama dari yang namanya Lebaran. Merayakan kemenangan dan berbagi dengan sesama.Tujuan utama kita mudik adalah untuk berkumpul sama keluarga. Bapak, Ibu, Kakak, Adik, Abang, Nenek, Kakek, Tetangga, Pembantu, Temen, Sahabat, Pacar. Semua kumpul, semua melakukan halal bi halal dan saling bermaafan.

Semua mulai dari nol lagi ya, kalo boleh meminjam istilah advertising salah satu produk migas di negeri ini.

Lebaran. Dilafalkan dengan huruf ‘e’ keras. Nah ini adalah efek sampingnya. Kita mudik, otomatis kumpul sama keluarga. Kumpul sama keluarga ya gak lengkap kalo gak ada acara makan-makan. Acara makan-makan ibarat balas dendam sehabis puasa sebulan penuh. Jangan heran kalo efek sampingnya badan jadi me-lebar. Ya me-lebar. Lebar-an, alias lebih lebar dari sebelumnya. Cobain deh, foto diri sendiri pra-bulan puasa dan pasca-lebaran.Dijamin lumayan keliatan bedanya.

Lebaran. Sekali lagi minjem istilah advertising salah satu produk migas di negeri ini, mulai dari nol lagi ya. Apanya sih yang mulai dari nol? Argo perbuatan dan amal ibadah seseorang. Jadikan hari kemenangan sebagai penanda lahirnya diri kita yang sebenarnya. Mari contoh lagi Jerman si juara dunia. Setelah menjadi juara dunia, Jerman akan kembali mulai dari nol lagi. Kembali mulai dari nol untuk mempertahankan gelar juara yang sudah susah payah diraih. Sama persis, kita harus mulai dari nol lagi untuk dapat mempertahankan kemenangan yang telah kita raih di hari Lebaran. Seluruh penggawa Jerman pasti berucap dalam hati : “Tunggu kami Piala Dunia berikutnya. Beware! Kami pasti lebih kuat dan lebih siap!”. Sama persis, kita juga harus mulai berani berucap dalam hati :”Tunggu kami Lebaran berikutnya. Beware! Kami pasti lebih kuat dan lebih lebar!” :))

Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri, 1435 H. Minal Aidin Walfaidzin. Mohon maaf lahir dan batin, mohon dimaafkan atas segala salah perkataan maupun perbuatan. Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT.

Happy Ied Al Fitr, 1435 H. Minal Aidin Walfaidzin. I would like to ask an apology, I beg your mercy for all of my sins. May Allah SWT always bless you  and your family.

Total Views: 483 ,