Sebagai orang yang pernah (dan masih) berkarir di dunia keuangan, pasti akrab banget dengan satu kata ini : Menabung! Nah, bahkan dari usia sekolah pun kita udah dicekokin sama kata ini. Mungkin waktu masih bocah dulu kita pernah nabung di sekolah via guru yang nantinya akan dicatat si sebuah buku, nah kalo udah gede sih nabung uang standarnya di bank. Tapi menurut gue emang sebenarnya apa yang kita lakukan di bank bukan nabung dalam arti sebenarnya, tapi emang lebih kepada kebutuhan dimana harus menyimpan uang dan juga kebutuhan finansial zaman sekarang yang banyak menggunakan jasa bank.

Nah, cara menabung yang paling tradisional adalah pake celengan. Haha. Pasti udah pada akrab dengan yang namanya celengan, ada yang bentuknya ayam, gentong, kucing, kotak, segala bentuk pokoknya. Pernah suatu kali di daerah Bandung, gue nemu celengan berbentuk logo klub Manchester United. Langsung beli! Ini penampakannya :

Menabung 1

“Tabungan berbentuk logo Manchester United”

Sekilas sempet mikir juga ni celengan mau diisi apaan ya? Setelah nganggur dan hanya jadi hiasan di kosan, tu celengan gue bawa ke kantor biar eksis. Ada peluang bahwa temen-temen di kantor suka membiarkan uang recehan tergeletak tak berdaya begitu aja di meja. Gak bisa dibiarin! Akhirnya gue punya ide untuk memanfaatkan si celengan sebagai tempat peristirahatan yang tenang buat uang-uang logam tersebut. Syaratnya adalah : yang boleh masuk celengan hanyalah uang logam pecahan Rp 500 dan/atau Rp 1000. Selain itu, mohon maaf.

Memang agak eksklusif, ya tapi itulah harga sebuah kenyamanan yang harus ditebus oleh uang-uang logam tersebut.

Gak kerasa (setelah beberapa lama) tu celengan penuh dan gendut juga. Saatnya untuk menebok celengan dan mengusir uang-uang logam tersebut. Gak kerasa lumayan bisa kekumpul sampai 600ribuan! Pesta-lah kita haha, lumayan bisa dipake untuk acara makan bareng sekantor (baca : cemilan).

Menabung 2

“Uang tabungn logam yang terkumpul”

Jadilah abis dikosongin, tu celengan dipake lagi sebagai tempat peristirahatan buat uang-uang logam yang membutuhkan tempat yang hangat. Dan sudah terjadi berulang kali, kita isi dengan uang logam, si celengan gendut, ditebok, makan-makan deh. Rupanya sudah menjadi sebuah rutinitas yang menarik. Bahkan ampe sekarang tu celengan selalu gue bawa kemanapun gue pindah kerjaan, dan selalu mengaplikasikan hal yang sama. Dan itu artinya secara gak langsung gue dan temen-temen sudah membiasakan budaya menabung, ya kan? 🙂 🙂

Ayo, menabung!

Total Views: 1729 ,