September 30, 2014. Pagi cerah. Udah ganteng, udah rapih, siap lahir batin mau ke kantor.

Akhir bulan gini paling cocok dengerin lagu Wake Me Up When September Ends. Gaya banget.

Wake Me Up When September Ends” is a song by American rock band Green Day. It was released in June 2005 as the fourth single from their seventh album, American Idiot.

Ambil gadget, pasang lagu, sambil iseng ngecek social media. Biar keliatan berwawasan luas men. Eh ada notification dari instagram, isinya “@hiralalitya mentioned you in a comment“. Wah pagi-pagi udah aktif aja ni anak. Tak dinyana si empunya account instagram posting foto dirinya berada di kantor pukul 05.45 WIB! Busett,, ngapain hira pagi buta udah di kantor?

Geng Ekskul 1

“Rekaman Percakapan di Instagram”

Selidik punya selidik ternyata postingan foto kantor hanya dummy belaka, yang dibahas tetep aja perihal tugas perkuliahan dan more seduction. haha. Tokoh lain yang terlibat gak lain dan gak bukan adalah si empunya account instagram bernama @idhamdimaduaja. Dua orang tokoh yang udah gak asing lagi buat gue. hahaha. 🙂

Yuk, mari kita kenalan dengan dua anak ini :

@hiralalitya : Hira. Pemilik akun ini adalah wanita yang hobinya jalan-jalan! Jam terbangnya dalam dunia traveling gak usah diragukan. Sekarang bekerja di sebuah perusahaan maskapai penerbangan, meskipun mengaku doyan skip (lho,apa hubungannya?)

@idhamdimaduaja : Idham. Pemilik akun ini adalah pria yang hobinya belum bisa didefinisikan sampai sekarang. Penggemar vespa dan penelitian mengenai kehidupan dunia malam. Bekerja di sebuah perusahaan perbankan. Skill-nya dalam mengolah kata-kata tiada duanya. Tanya aja Hira yang sering jadi korbannya.

Geng Ekskul

Dalam dunia anak sekolahan, seringkali kita mengenal geng-geng bentukan yang terbentuk dari beberapa gelintir manusia yang memiliki kegiatan atau tindak tanduk yang bisa ditarik persamaannya. Contoh gampang, geng anak rajin. Geng ini terbentuk karena satu atau beberapa kesamaan, yaitu rajin (jelas!) dan pandai (gak semuanya juga sih). Contoh lain, geng bandel : absurd, suka cabut, jarang ngerjain tugas, suka dihukum guru, dan ciri-ciri negatif lainnya yang bisa dikategorikan sebagai anak bandel. Masih banyak geng-geng lainnya : geng ekskul, geng rohis, geng anak band, geng tajir, geng perpus, dan lainnya.

Menurut John Dewey, ahli psikologi dari USA,  didalam sebuah komunitas  terdapat beberapa aturan sendiri, yaitu saling berbagi (sharing), komunikasi (communication), transparansi dan kejujuran (honesty), serta partisipasi (participation).

Kembali ke dua tokoh diatas : @hiralalitya dan @idhamdimaduaja. Bersama beberapa tokoh lainnya – yang tergabung sebagai mahasiswa S-2 di salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia –  mereka mengklaim dirinya sebagai geng ekskul. Kenapa geng ekskul? bukan geng anak pintar atau geng anak bandel atau malah geng perpus? Menurut penelitian, nilai tengah adalah nilai parameter yang dapat digunakan untuk sebuah pengambilan keputusan. Nah, geng ekskul dirasa adalah nilai tengah dan pertemuan antara geng anak pintar dan geng anak bandel. Dengan kata lain, geng ekskul mencerminkan nilai-nilai rajin dan pintar yang dipertemukan dengan kenakalan dan keabsurdan, typically anak-anak yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) : smart, aktif, enerjetik, dan seenak udel. Memang agak susah ngebayangin jadinya gimana yaa 🙂

Tapi gimanapun emang geng ekskul ini ngangenin. Saling menggoda, saling nyela, saling support, saling bully (apalagi buat Idham) udah jadi makanan sehari-hari di kampus. Sementara yang lain pada ngebahas tugas dan paper yang menumpuk di grup kelas, anak-anak ini malah ngobrol ngalor ngidul di instagram atau path. Sekalinya nimbrung di grup kalo percakapan udah mengarah-ngarah ke pembahasan sex, traveling, atau non-tugas. Kayanya udah di-setting tuh notif kalo pembicaraan mengenai tugas otomatis notif di-mute, sementara kalo udh ngebahas non-tugas tuh notif bekerja normal lagi. hahaha. Well done, mate!

Sebenarnya cukup banyak umat yang menganut paham geng ekskul ini. Beberapa yang sering join, Budi ama Viman. Duo ini emang pejuang tangguh: yang satu hobinya jalan-jalan + chill out, yang satu hobinya sepedaan. Kok ya jauh amat hobinya dari akademis. haha.piss bro!  🙂

Sesekali geng ekskul ini juga pernah pengen tobat dan kembali ke jalan yang benar, dan fokus ke dunia perkuliahan. Seperti pernah terjadi (rarely!), mereka ngadain acara ngerjain tugas bareng! Tapi apa lacur, emang dasar hobinya main, tempat yang dipilih agak susah dicerna akal sehat. Bukannya ngerjain tugas di kampus atau perpustakaan atau tempat tenang lainnya yang dapat memusatkan konsentrasi, mereka malah milih Comic Cafe (salah satu cafe di bilangan Tebet). Pertama, cafe ini menawarkan fasilitas perpus komik which is bisa menjadi sweet distraction. Kedua, cafe ini terletak di daerah Tebet which is banyak dedek-dedek anak gaul unyu berseliweran yang juga bisa menjadi sweet distraction. Entahlah, apa motivasinya milih cafe ini. Yang jelas the show must go on, tugas harus kelar!

Geng Ekskul 2

“Gaya-gayaan doang ini sih ngerjain tugas. Liat aja backgroundnya buku komik semua. (Hira – Idham – Budi- me, photo taken at Comic Cafe)”

Dan sekarang geng ekskul ini masih eksis kok.  Geng kayak gini sih gak bakalan ilang ditelan jaman. Mereka gak bakal terintimidasi oleh apapun. Yang bisa mengintimidasi mereka yaa hanya diri mereka sendiri. Gak tugas, gak paper, gak presentasi, semua bakal gampang dijinakkan. Pe-er mereka cuman satu sih, gak bisa buat daftar isi! haha. This too, will pass.  Seperti yang disampaikan bapak John Dewey diatas, syarat aturan dalam komunitas yang tangguh sudah tercapai : sharing, communication, honesty, and participation. Cuplikan obrolan dari instagram diatas sudah sangat menjelaskan empat faktor tersebut 🙂

Meminjam jargon dari salah satu klub Liga Inggris, Liverpool –  YNWA : You’ll Never Walk Alone!

 

Special Notes 

Goodluck yaa rekans buat semester-3 nya! Keep being awesome 🙂

Total Views: 822 ,